Halaman

Irrashaimase

Minggu, 16 Oktober 2011

Sains dan Kriminologi

Banyak kejahatan yang terjadi dimana-mana, seperti pencurian, pembunuhan, perampokan, dll.  namun, dengan adanya sains, sangat membantu pihak kepolisian dalam mengungkap setiap kasus yang terjadi. pihak kepolisian menggunakan berbagai disiplin ilmu yang telah di desain sedemikian rupa sehingga sangat membantu proses penyelidikan.
Ilmu-ilmu yang terkait di dalam proses penyelidikan yang digunakan antara lain:
1. Ilmu kimia, contohnya untuk untuk mengetahui bahan kimia yang terdapat di dalam suatu bahan peledak, atau untuk mengungkap sidik jari pelaku
2. Ilmu Fisika, contoh nya untuk mengetahui sudut pantulan peluru dan jenis peluru yang digunakan
3. Ilmu psikologi, contohnya untuk menginterogasi dan juga untuk melakukan tes kejiwaan.
dan masih banyak lagi cabang ilmu yang digunakan untuk memecahkan suatu kasus.
Ilmu-imu dasar tersebut kemudian dijadikan patokan untuk pengembangan dalam analisis suatu tindak kriminal. contohnyam analisis sidik jari, analisis serbuk, analisis serat, analisis tulisan tangan, analisis jejak kaki, analisis darah, DNA, analisis TKP, dll.

Analisis Tempat Kejadian Perkara
dalam mengungkap suatu tindak kejahatan, analisis tempat kejadian perkara sangat penting dilakukan dalam melaksanakan penyelidikan awal. di dalam tempat kejadian perkara, mungkin dapat ditemukan korban, barang bukti, sidik jari yang tertinggal, serbuk, ataupun helaian rambut. Meski hal-hal tersebut terlihat sangat sepele, namun itu adalah kunci dalam suatu proses penyelidikan. Seperti kata-kata yang sering di ungkapkan tokoh detektif yang bernama Sinichi Kudo (Conan) dalam serial anime Detective Conan, "with a keen eyes for details, one truth prevails".

Sidik Jari
Sidik jari adalah tanda berupa rangkaian garis yang ada pada bagian dalam jari di bagian atas tangan manusia. Jika kita memegang suatu benda, keringat, minyak, dan asam amino yang ada di atas kulit kita akan meninggalkan bekas pola yang khas pada benda yang kita sentuh.
Sebenarnya, pola sidik jari terbentuk sebelum kita lahir, sidik jari terbentuk sewaktu kita masih berada di dalam kandungan. Setiap manusia memiliki identitas berupa sidik jari yang terdapat pada lapisan kulit bawah yang disebut dermal papilae. Selama di dalam kulit masih terdapat lapisan papilae, sidik jari akan selalu ada walaupun kita terluka ataupun terbakar.
Pada tahun 1892, buku yang berjudul Finger Print dipubliskan oleh Francis Galton, dan sejak saat itu dunia kepolisian mulai menggunakan pola sidik jari untuk membantu memecahkan suatu kasus.

Analisis serat dan bubuk
dalam suatu penyelidikan, hal-hal yang kecil eperti serat juga tidak bolah luput dari perhatian penyidik. Serat yang tertinggal dalam suatu TKP dapat berupa serat pakaian, topi, kaus kaki, dan sarung tangan. Kadang kala pelaku meninggalkan serat-serat tersebut secara tidak sadar ketika mereka kontak dengan sesuatu benda. Lalu serat yang diemukan akan dibandingkan oleh pihak penyidik dengan berbagai barang berserat yang mungkin dipakai oleh tersangka.
Selain serat, terkadang rambut juga dapat dijadikan sebagai suatu barang bukti. Rambut adalah barang bukti penting yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi umur dan jenis kelamin tersangka. dari rambut pun kita dapat mengidentifikasi golongan darh dan DNA si pelaku dengan menggunakan suatu alat yang canggih.
Berbagai macam bubuk pun seringkali ditremukan oleh penyidik di dalam TKP. bubuk-bubuk yang ditemukan tersebut dapat berupa bedak, tanah, bubuk mesiu, ataupun barang-barang yang digunakan untuk melakukan aksi tindak kejahatan.
dengan uji Kimia ataupun uji Fisika, bubuk-bubuk ini dapat diuji dan kemudian hasilnya dicocokkan dengan barang-barang tersangka. Uji fisika yang dilakukan seperti menganalisis warna dan bentuk. sedangkan uji kimia yang dilakukan adalah analisis bau, kelarutan, dan reaksinya terhadap asam atau basa.

Analisis jejak kaki dan tulisan
Dalam suatu tindak kejahatan, terkadang pelaku tak sengaja meninggalkan barang bukti berupa jejak sepatu maupun jejak kaki. dengan menggunakan perhitungan matematika, dapat diketahui tinggi seseorang dari panjang jejak sepatu atau panjang jejak kaki.
Mengapa tinggi badan seseorang dapat berhubungan dengan panjang jejak kaki? hal itu disebabkan karena pertumbuhan salah satu anggota tubuh akan memberikan proporsi yang sama pada pertumbuhan bagian lain. ketika seseorang tumbuh tinggi, telapak kaki pun akan ikut memanjang dan membesar mengikuti porposi nya.
pada tiap orang, hubungan tinggi tubuh dengan panjang kaki seseorang bukanlah hal yang mutlak, namun ada perkiraan rat-rata yang menghubungkan kedua nilai tersebut. dari perhitungan rata-rata, panjang telapak kaki adalah 15% dari tinggi tubuh. berarti, ntuk mengetahi tinggi tubuh seseorang, dapar digunakan, tinggi tubuh = (1000/15) x panjang telapak kaki.

Analisis darah dan DNA
Dengan teknologi yang semakin maju, darah dapat menunjukkan identitas seseorang melalui golongan darah dan DNA. Golongan darah seseorang mempunyai berbagai macam tipe atau golongan. Golongan yang umum di kenal adalah golongandarah A, B, AB, dan O. Golongan darah seseorang ditentukan oleh golongan darah orangtuanya karena golongan darah ditentukan oleh faktor keturunan berupa alel, salah satu dari beberapa materi genetik yang ada di DNA pada posisi tertentu di kromosom yang spesifik. Penentuan golongan darah ini dapat dilakukan secara kimiawi di dalam labolatorium. Setelah ditemukan pola-pola alelnya, biasanya identifikasi seseorang sudah dapat dilakukan setelah dicocokkan dengan darah tersangka yang ditemukan.
Kalau proses diatas belum cukup, lalu dilanjutkan dengan analisis DNA (deoxyribonucleic acid). DNA ditemukan dalam setiap sel hidup, berupa senyawa yang membawa informasi genetik yang dibituhkan untuk membuat suatu sel baru, atau lebih dikenal sebagai cetak biru untuk membentuk suatu sel. DNA setiap orang berbeda-beda dan unik sehingga dapat dianalisis dalam membantu penyelidikan tindak kejahatan.
Analisis DNA biasanya dilakukan di labolatorium forensik atau di labolatorium kedokteran.


sumber: biologi untuk SMA 3 DAN www.kompas.com, 3 April 2004 dengan beberapa perubahan

0 komentar:

Posting Komentar

Go Up!